Pengunjung

Saturday, 13 October 2012

 Kisah 4 : Daun yang gugur




Dari sayyidina abu dzar radhiyallahu’anhu, bahwasanya baginda rouslullah shallallahu’alaihi wasallam pernah kelua dari rumahnya ketika musim gugur di saat daun daun berguguran dari pepohonan. Beliau mengambil setangkai ranting pohon, dan daun daunnya langsung berguguran. Beliau berkata “Wahai Abu Dzar !” sayyidina Abu Dzar Radhiyallahu’anhu menyahut “Labbaik, Ya Rasulullah!” Beliau Bersabda, “Sesungguhnya seorang muslim yang menunaikan shalatnya semata-mata karena Allah, maka dosa dosanya akan berguguran sebagaimana daun-daun ini berguguran dari rantingnya.” (H.R Ahmad, dari kitab At-Targhib)
Faidah
Pada musim gugur, begitu banyak daun daun berguguran dari pohonnya sehingga ada sebagian pohon yang daunya tidak tersisa sehelaipun. Baginda Nabi SAW, bersabda “Hasil shalat yang dikerjakan dengan ikhlas, semua dosa diampuni hingga tidak ada satupun yang tersisa.”
Untuk Dosa-Dosa Besar Perlu Bertaubat secara Khusus
Ada satu hal yang perlu direnungkan. Menurut para ulama, berdasarkan kesimpulan dari ayat ayat Al-Qur’an dan hadist hadist baginda Nabi SAW, shalat dan ibadah ibadah yang lain hanya menghapus dosa dosa kecil. Sedangkan dosa dosa besar tidak dapat diampuni hendaknya kita selalu bertaubat dan beristighfar, jangan sampai kita melalaikannya. Jika Allah SWT mengampuni dosa dosa besar karena kemurahn-Nya sebab shalat kita, itu perkara lain

Wednesday, 26 September 2012


Kisah 4 :
Kebal dari segala masalah

Di suatu siang saya melakukan perjalanan yang tak begitu jauh, tapi ternyata kehidupan sekali lagi memberikanku sebuah arti motivasi dari sesuatu benda yang orang lain banyak tidak melihat itu.
Sahabat Motivasi !!!
Setiap orang memiliki masalah, dan setiap masalah pasti ada penyebabnya dan solusinya juga pasti ada. Karena sudah janji-Nya bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan, akan tetapi sahabat, banyak orang yang tidak sampai di sisi sini sudah pada mengeluh, sudah menyalahkan dunia bahwa DUNIA INI KEJAM, yang pada akhirnya akan mengatakan begini “Biarlah Kehidupanku Mengalir Seperti Air”. Tuhan tidak menyuruh kita untuk putus asa sahabat, tapi terus Berjuang ... jika ada orang yang berkata begitu aku akan menjawab “Trus Gw Harus Bilang WAW gt ???” ...
Sahabat Motivasi !!!
 Sekarang anda tinggal memilih mau seperti apakah anda akan memandang dunia ini ... mau yang melihat bahwa dunia ini kejam, bahkan melebihi kekejaman Hitler () apa yang hanya melihat dan pasrah (T.T) sambil menangis tersedu sedu seraya berkata “Biar mengalir aja bagai Air”.  Tentukan sahabat ... disini mental kita di uji, kegigihan kita harus di buktikan.
Jika saya boleh berandai andai terkadang mental kehidupan kita itu bagai sebuah ban motor atau mobil. Di Indonesia ada 2 type ban yang pertama ia adalah ban biasa yang mempunyai ban dalam di dalamnya. Dan type yang ke-dua adalah ban tubles yang tidak mempunyai ban di dalamnya.
Secara kasat mata dan teori sederhana Dr. Sultan MZA,Mph, Cmt, S.Pd. M.A, M.b.A. bahwa sesuatu yang double itu lebih kuat. Lebih tebal dan lebih lebih lebih dan lebih. Ketimbang sesuatu yang hanya berlapis satu lapisan, contoh yang kongkrit Kue Lapis Legit lebih enk dari pada Roti Tawar ... hahaha ... #Ups ... Kug ngomongin makanan ?tuing tuing tuing?# *saatnya kembali ke topik*
Tapi sahabat pernahkan kita membedakan Ban Biasa dan Ban Tubles ???
Pasti jawabanya lw ban biasa itu murah dan ban tubles mahal kak, ternyata setelah di teliti dan di analisis oleh Azzahy University. Ternya mereka berdua memiliki perbedaan yang luar binasa eh biasa.
Sekarang kakak ilustrasikan. Ilustrasi pertama : ketika sahabat keluar rumah dengan menggunakan motor yang mana motor sahabat memakai ban biasa, Dilala (tiba-tiba) di tengah jalan berdiri dengan tegap sesosok paku yang runcing tak takut adanya ban atau motor yang pada akhirnya “Blesssssss ...”. nah loh nancap dah di ban kita. Apa yang terjadi ? dorong motor dah kita.
Ilustrasi kedua : suatu saat kita keluar dengan membawa motor kita. Kebetulan kemaren abis di beliin ban tubles. Dan tiba tiba berdiri sosok paku yang sombong dan tak mau minggir yang akhirnya berujung dengan “Jlebb ...” menusuklah paku itu kepada ban. Dalam hati paku itu berkata “rasain loe bocor ban kamu”. Satu menit, dua menit, sepuluh menit, si paku mulai mbatin “kug aneh sih kenapa gak bocor ya bannya” dan ternyata si paku ini tak tahu bahwa ban tubles jika tidak di cabut pakunya tidak bakal bocor ... benarkan ???
Sahabat Motivasi !!!
Oleh karena itu sahabat milikilah mental seperti sebuah ban Tubles yang jika kena paku ia tidak segera kempes, akan tetapi ia akan selalu tegar hingga solusi itu datang berupa tukang tambal ban. Dalam kehidupan pun juga seperti itu tinggal sahabat memilih mau bermental BAN TUBLES atau BAN BIASA. Ban itu bagaikan mental dalam kehidupan kita, sedangkan paku bagaikan masalah yang ada di dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, jadikan mental kita seperti BAN TUBLES yang tak cepat kempes walau tertancap paku sebesar apapun, kuatkan mental kita walau bertemu dengan masalah sebesar apapun, galau bukan saatnya untuk sahabat motivasi, anda adalah pemain, anda adalah pemenang yang siap menunjukkan pada dunia bahwa ANDA BISA.
Salam Maestro !!!


Friday, 24 August 2012

Kisah 3 : Gunakan Sebaik baiknya Potensi yang ada


Kisah 3 :
Gunakanlah Sebaik-baiknya Potensi yang Ada

“kreeeeeeeeeeek .... byor ....”
“kreeeeeeeeeeek .... byor ....”

Sudah terlalu banyak masyarakat kota telah melupakannya, tak ada lagi kesulitan untuk mendapatkannya, kecuali hanya beberapa titik kota dan daerah saja yang belum merasakan kejernihannya. Memang sungguh ironi negara yang kaya dengan sumber dayanya malah masyarakatnya masih belum bisa merata untuk merasakannya. Jika dilihat dari sejara singkat negara ini telah terlalu baik dan indah sehingga menggundang banyak penjajah yang ingin menjadikan negara ini sebagai negara jajahannya. Secara logika, tidak akan ada orang yang mau menjajah atau menduduki suatu daerah jika tidak mempunyai potensi. Dan negara ini merupakan salah satu negara yang patut kita banggakan karena mempunyai terlalu banyak potensi hingga lupa potensi mana yang harus dikembangkan. Bahkan pada hal yang sangat kecilpun yaitu mengenai Air Bersih.

Pada beberapa daerah air bersih di Indonesia sangatlah langkah dan sulit untuk dinikmati bagi rakyatnya. Tapi di sebagian daerah air bersih seakan akan tidak terlalu penting sehingga dengan enaknya mereka membuang-buang kenikmatan Tuhan yang satu itu. Apa yang salah?  Dimana letak kesalahannya?. Belum diketahui solusi yang benar tentang itu. Dan yang bisa dilakukan sekarang hanya rasa berbagi dan persaudaraan yang ada, TAJAMkan hati nurani masing masing, sehingga bisa merasakan rasa saudara kita masing masing.

Suatu hari saya pernah pergi berkemah, jika tak salah tempat itu berada di daerah Jawa Timur. Tepatnya sekitar Kabupaten Lengkong Desa Ketandan. Memang seperti seorang survival, tempat yang panas hingga tanahpun tak mau bersatu (retak retak) sangking keringnya daerah itu. Hawa yang panas diselimuti debu adalah teman kami dalam perkemahan itu. Aktifitas warga yang masih bercocok tanam tembakau adalah menjadi andalan mereka. Yang menjadi ironi nya, saya sebagai umat beragama Muslim pun tak terdengar suara adzan dari daerah itu. Air sulit di dapat, jamban masih jarang yang punya, dan kebudayaan Islam yang masih perlu di ajarkan khususnya Mengaji dan Sholat.

Di daerah itu para panitia mengadakan jejak petualang. Dimana para peserta melakukan petualangan desa. Yang kami dapatkan bahwa sumber air yang di dapat adalah dari hasil pengeboran sumur. Dan pengeboran nya tidak gemen-gemen kawan. Dalamnya bisa mencapai kurang lebih 20m dari permukaan laut. Sungguh patut disyukuri kita yang masih diberi kemudahan dalam mendapatkan air. Bagi mereka, seakan akan air sudah menjadi dewa bagi mereka. Padahal di tempat lain keberadaan sumur air malah tercampakan karena sudah ada mesin air sehingga keadaan sumur itu lambat laun menjadi keruh. Disinalah saya berfikir, kenapa ada sumur dengan air yang keruh dan ada juga sumur dengan air yang sangat jernih. Dan jawabannya hanya ada satu yaitu BERMANFAAT.

Perumpamaan ini berlaku dalam kehidupan bisnis, sosial maupun kepribadian kita sendiri. Jika ada pilihan, mana yang akan anda pilih sumur yang keruh atau sumur yang jernih? Dengan 100% keyakinan saya anda akan memilih yang jernih. Dengan berbagai sebab. Inilah gambaran kita dalam kehidupan. Tidak ada sebuah perusahaan merekrut tenaga kerjanya yang tidak memunyai bakat, atau dalam artian ini mengambil sumur yang keruh. Dan tidak ada masyarakat yang mau berteman dan menjadikannya rekan kerja jika rekan itu tidak terlalu berguna bagi pekerjaannya, atau tidak mempunyai skill apapun dari orang itu. Dan dalam kepribadian kita pun berlaku demikian. Tuhan tidak akan mencitakan sesuatu yang tidak bermanfaat dalam tubuh atau diri kita. Jika anda bayangkan, bgaian tubuh manakah yang menurut anda tidak bermanfaat?. Insya Allah, seluruh organ tubuh yang ada pastilah bermanfaat.

Ada sebuah untaian kata berbunyi “Sebaik baik manusia adalah yang berakhlak baik dan berguna bagi sesama manusia”, yuk ... mari kita renungkan. Sudah berbuat apakah dirikita bagi Agama, Lingkungan, atau untuk diri kita sendiri? Dan jika anda menjawab SUDAH, maka mari kita tingkatkan untuk menjadi diri kita yang lebih baik. Dan jika anda menjawab BELUM, maka yuk ... ! hari ini masih belum ada kata terlambat untuk menjadi orang yang berguna bagi saudara kita. Tidak ada kata mengeluh yang ada bahwa ANDA BISA, jika memang orang lain bisa. Karena kita semua sama dan pasti KITA BISA.

Lakukan hidup anda menjadi kepribadian yang lebih baik, gunakanlah terus potensi anda sehingga bisa menjadi pribadi pribadi yang cerdas, dan berguna bagi yang lain. Ibarat sebuah sumur jika digunakan terus menerus maka akan semakin jernih jernih dan jernih. Akan tetapi kawan kita lihat jika tak pernah terpakai, ia akan menjadi keruh keruh dan keruh bahkan bisa mengeluarkan bau yang tidak sedap. Oleh karena itu, selagi masih belum ada kata terlambat. Yuuuk !!! kita gunakan, kita manfaatkan potensi potensi yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Sehingga bisa menjadi pribadi pribadi yang hebat. Amiin ...
 *** Don’t Give Up, Be Smart n Be Happy ***
Salam Maestro !!!
*** Bahagia, Sukses dan Mulia ***

Thursday, 12 April 2012

Layang Layang

Layang Layang

Sinar Matahari Dhuha terpancar cerah keluar dari antara awan awan yang membuat suasana langit semakin dramatis, burung walet yang lalu lalang di atas permukaan lapangan tanpa jelas harus mencari apa. Angin yang bergerak bak alunan kipas angin yang di pencet nomor dua. Dan kulihat sang ayah yang masih duduk membaca koran dengan di dampingi kopi susu buatan ibunda tercinta. Tapi tetap aku tak bisa menyembunyikan rasa kegalauan yang ada dalam hati dan fikiranku. Tampak murung, lesu, malas, dan menatap dunia ini bagai lautan kesengsaraan yang tiada akhir. Ku tak bisa menatap masa depan yang indah walau umur ini masih muda. Aku tampak gelap walau ada pepatah Hilang Satu Tumbuh Seribu, ku tak bisa bahagia dengan selimut kegalaun yang melingkari tubuhku. Hidupku hampa, sia sia, karena kau tak ada. Aku hanya bisa menatap langit yang dulunya cerah menjadi gelap, matahari seakan akan tidak mau lagi memancarkan sinarnya. Semakin ku pandang semakin gelisah hati yang telah kau tinggalkan. Aku memasuki sebuah kamar yang telah ku tata rapi SEBELUMNYA tapi sekarang foto si dia yang berhamburan karena ku marah pada dirinya. Sungguh naif memang jika kita berbuat berlebihan hingga seperti itu. Aku tutup kepala dengan bantal lalu berteriak, tapi tetap tak bisa ku menghilangkan rasa sakit yang ada dalam diriku. Aku pergi ke kamar mandi ku celupkan kepala ke dalam bak mandi dan berteriak. Sedikit lega kurasakan karena kepala ini terbasahi oleh air yang diturunkan dengan rahmat-Nya. Sekali lagi ku celupkan kepala ini kedalamnya hingga lima kali. Sungguh ironi kegiatan para galauers, yang sebetulnya hanya perselisihan internal yang ada dalam hati dan fikiran saja.

Ibu dan ayah yang sebelumnya tanang dan damai dengan dunia mereka masing masing kaget melihat kegalauan hati yang kurasakan, dan tingkah laku saya bak seorang seniman yang telah hilang kendali dari dirinya. Sang ibu dan sang ayah hanya bisa tersenyum melihat tingkah lakuku yang seperti ini. Mereka sudah menebak masalah saya hanyalah masalah asmara yang tak jelas juntrungannya (tujuannya.red).

Pasti para pembaca merasakan bagaimana jika anda galau .... hahahaha ....” Cinta itu kadang tidak menyadarkan kita tentang hal lain yang lebih positif dari sekedar cinta. Tapi cinta juga bisa menjadi anugrah yang terindah jika kita mampu membuatnya sebagai pengontrol hati kita. Mungkin saat kita galau kita masih seperti anak bayi yang merengek rengek. Dan langkah awal yang tepat adalah TENANGKANLAH HATI DAN FIKIRAN kita terlebih dahulu dengan membasuh muka dan kepala, (hehehe ... kalau cara saya seperti ini ^_^). Oh ya ... kembali ke cerita.


Setelah semua kehancuran hati dan hidup ini ku lampiaskan dengan segala hal. Tak terasa hari yang cerah menjadi panas hingga waktu datangnya senja. Ayah yang tadi paginya hanya tersenyum sekarang beliau berkata kepada saya : “Ayuk jalan jalan ...”. ketika itu saya iya in tu pernyataan, karena memang aku lagi dirundung masalah. Dan sampailah kami di suatu tempat yang lapang cerah dan ceria. Dari arah sini ku bisa melihat berbagai layang-layang yang berterbangan bebas di langit nan biru. Indah sungguh indah suasana seperti ini, kuingin terbang bersamanya agar semua masalah ikut hilang dengan kencangnya angin di langit. Melihat wajah saya yang 50% sudah tersenyum ayah saya bertanya : “Taukah Kamu apa yang terbang di sana?”

Kalau ditanya seperti itu anak SD juga tau kalau yang terbang itu adalah Layang-Layang. Dengan mudah saya menjawab “Itukan layang layang ayah ...”

“Apakah kamu ingin terbang seperti layang-layang ?” sahut ayahku.

“hehehe ...” senyum kecil terlihat di wajahku.

“Wahai anakku!, ketahuilah sebebas bebasnya kita terbang pasti ada peraturannya, pasti ada batasannya, burung yang terbang juga tidak bisa naik dan terbang hingga ke atsmosfer, layang layang pun juga demikian, ia tak bisa bebas bergerak kemana pun karena terikat dengan seuntai benang yang di pegang oleh sang dalang.”

“Wahai anakku!, se gundah gundah, se gelisah gelisah hatimu, se kacau kacaunya pikiranmu. Itu semua ada batasannya dan kitalah yang bisa mengendalikan itu semua dengan keteguhan iman dan ketaatan kita kepada Sang Kholik. Sama dengan keadaan kamu saat ini, ketika kamu galau, yang bisa menenangkan dan mengontrol diri kamu adalah siapa? Jika bukan diri kamu sendiri wahai anakku !”

Dengan tertegun ku melihat ayahku bak pahlawan yang terbang dari langit. Membuat fikiran saya lebih terbuka. Bahwa kita hidup di dunia ini juga ada suatu PERATURAN. Dan jika keluar dari peraturan itu, kitalah yang harus bertanggung jawab atas apa yang telah kita perbuat.

“Anakku ... !, Apakah kau melihat dua layang layang merah dan kuning yang ada di sebelah selatan sedang saling bertarung.” Sahutan ayahku disela ku merenungi pelajaran pertama yang ku dapatkan.

“Iya ayah, aku melihatnya ...”

“Seandainya diantara dua layang layang itu bertarung apa yang akan terjadi ?” tanya ayahku.

“Salah satunya akan putus dan jatuh ... jika dua layang layang itu saling bertarung?” sahutku.

“Itulah Kehidupan.”

“Maksudnya ayah ???”

“Kehidupan ini penuh dengan persaingan, saling menjatuhkan saling mencari kehormatan diri walau harus mengorbankan kawannya sendiri. Tak ada yang fear dalam hal bisnis, akademik, bahkan dalam hal percintaan. Mereka akan saling bersaing untuk mendapatkan tujuan mereka masing masing. Wahai Anakku !! Boleh kita bersaing tapi bersainglah dalam hal kebaikan. Karena itu lebih dicintai Tuhan.” Jawaban ayahku

Lalu Dengan Kepercayaan diri ayahku ia berkata “Anakku Lihatlah dalam hitungan ke-lima layang layang yang kuning akan hilang. Satu ... dua ... tiga ... empat daaan LIMA ...”

Sungguh kagum aku melihat dari kata kata ayahku. Layangan itu sungguh putus dan terombang ambing di atas kami. Dan para anak kecil pun lari untuk mengerjarnya.

“Wahai Anakku !, Manusia yang putus dari tujuannya, manusia yang sudah putus asa atas kehidupannya dia akan terombang ambing tanpa tujuan dan berharap ada seseorang yang mau memperhatikannya. Jangan mau kalah dengan keadaanmu dengan masalahmu. Tetaplah pegang tali tali ajaran kamu. Karena itu lebih baik bagimu” kata ayahku.

“Dan pesan terakhir dari kejadian ini untuk anakku. Jadilah manusia yang terhormat dan menghormati jika suatu saat ketika engkau jatuh, engkau jatuh sebagai orang yang terhormat dan dihormati. Seperti layang layang yang jatuh itu. Ketika ia jatuh masih banyak yang mau mengerjar dan mendapatkannya. Jika kamu putus dari seseorang yakinlah bahwa masih banyak yang mau mengerjar kamu wahai anakku. Tetap semangat Be Smart n Be Happy

Pesan Moral:

Segala macam masalah dan kegalauan bisa kita atasi dengan Ketaatan kepada-Nya

Dan kekuatan fikiran dan hati kita.

Bukan malah kita terombang ambing tanpa tujuan dan harapan.

Sultan Maestro

Be Smart n Be Happy

^_^


Thursday, 5 April 2012

Jenis" Pendekatan Pembelajaran

Berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam belajar mengajar adalah:
  • Pendekatan pengalaman, yaitu pemberian pengalaman keagamaan kepada siswa dalam rangka penanaman nilai-nilai keagamaan.
  • Pendekatan pembiasaan, yaitu memberi kesempatan kepada siswa untuk senantiasa mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
  • Pendekatan emosional, memahami, dan menghayati ajaran agamanya dengan tujuan agar perasaan siswa bertambah kuat terhadap keagamaannya kepada Allah.
  • Pendekatan rasional, yaitu usaha memberikan peranan kepada rasio atauakal dalam memahami dan menerima kebenaran ajaran agama sertamencoba menggali hikmah dan fungsi ajaran agama.
  • Pendekatan fungsional, yaitu penyajian materi ajaran agama islam dengan penekanan pada segi pemanfataan bagi siswa dalam kehidupan sehari-harisesuai tingkat perkembangan siswa itu sendiri.
  • Pendekatan keteladanan, yaitu menyuguhkan keteladanan, baik langsung melalui kondisi penciptaan yang baik dilingkungan sekolah, maupun tidak langsung melalui suguhan ilustrasi berupa kisah-kisah ketauladanan.
Jadi dalam kegiatan pembelajaran dan dalam satu materi pembelajaran bisa saja seorang guru itu menggunakan satu atau beberapa pendekatan untuk mencapai tujuan yang di inginkan setelah siswa melalui proses pembelajaran.

Di bawah ini adalah link download untuk kita agar lebih dekat dengan agama kita.

silahkan di download ya ...

Password : ceria

Download hadist Tematik

Be Smart n Be Happy ^_^

Tuesday, 3 April 2012

Ballighu 'Anni Walau Ayah

Sebuah hadits yang sangat populer, tidak hanya terkenal di kalangan da'iyah tapi juga di masyarakat umum berbunyi: "Ballighu ‘anni walau ayah". Sampaikan dariku walau satu ayat. Hadits riwayat Bukhori ini menjadi salah satu dasar perintah untuk beramar ma'ruf nahi munkar. Dalam sebuah kata perintah yang pendek ini, sesungguhnya mengandung maksud yang sangat dalam dan menjadi tuntutan untuk du’at. Antara lain:

1. Sampaikanlah

Al Ma’afi An Nahrawani berkomentar tentang hadtis ini: “Hal ini agar setiap orang yang mendengar suatu perkara dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersegera untuk menyampaikannya, meskipun hanya sedikit. Tujuannya agar nukilan dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dapat segera tersambung dan tersampaikan seluruhnya.” Hal ini sebagaimana sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam, “Hendaklah yang hadir menyampaikan pada yang tidak hadir”. Bentuk perintah dalam hadits ini menunjukkan hukum fardhu kifayah.

Kata “sampaikan” ini membantah orang yang beranggapan “Gak perlu mengurusi orang lain. Urusi dulu diri kita.”

Agama ini intinya adalah nasehat. Dari Abu Ruqoyah Tamim Ad Daari r.a, sesungguhnya Rasulullah SAW Bersabda : Agama adalah nasehat, (para sahabat bertanya): Untuk siapa ? Beliau bersabda : Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada pemimpan kaum muslimin dan rakyatnya (HR Bukhori Muslim). Saling menasehati hanya akan berjalan dengan cara menyampaikan kebenaran.

2. Dariku

Jelas sekali yang diinginkan Rasulullah adalah kita menyebarkan ilmu yang shohih, yang punya landasan dan rujukan yang tepat. Seseorang penceramah membawakan sebuah perkataan "Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina", dan ia katakan bahwa kalimat itu adalah hadits Rasulullah saw. Tepatkah penceramah itu disebut mengamalkan “Ballighu ‘anni walau ayah” bila para ulama ahli hadits mengatakan bahwa kalimat yang disebut penceramah itu adalah hadits palsu?

Harap diperhatikan untuk du’at, muballigh, murobbi, dan sebagainya; bahwa ancaman untuk orang yang berdusta atas nama Rasulullah itu tidak main-main. Sebuah hadits dari Salamah bin Akwa, ia berkata. Aku telah mendengar Nabi SAW bersabda : ”Barangsiapa yang mengatakan atas (nama)ku apa-apa (perkataan) yang tidak pernah aku ucapkan, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka”.(HR Bukhari)

Karena itu kehati-hatian adalah keharusan dalam berdakwah. Hendaklah seorang du’at terlebih dahulu memastikan sebuah perkataan itu benar-benar hadits Rasulullah (berdasar rujukan yang shohih) sebelum mengatakan bahwa perkataan itu hadits.

Kata “dariku” ini juga mengandung tuntutan agar du’at dalam menyampaikan risalah Islam kepada umatnya harus mengambil sumber dari para ulama salafush-sholih dan atau ulama masa kini yang lurus. Karena para ulama itu adalah orang yang mengkaji dan mengamalkan sunnah Rasulullah saw. Mengambil sumber dari para orientalis barat yang kafir, atau mengambil rujukan dari kalangan liberalis tentu akan menyebabkan apa yang kita sampaikan itu menyimpang jauh dari ajaran Rasulullah saw. Sebab orang kafir hanya ingin memadamkan cahaya agama Allah.

Tuntutan lain, agar para du’at tidak membuat sesuatu yang mengada-ada dalam agama (bid’ah). Berapa banyak kita temui anjuran untuk mengamalkan sesuatu padahal kita ketahui bahwa anjuran itu tidak bersumber dari Rasulullah saw. Zaman ini semakin marak dengan anjuran bid’ah. Anjuran sholat dua bahasa beberapa waktu lalu, jelas seruan yang batil. Penyampaian itu sama sekali bukan bersumber dari Rasulullah saw. Juga yang harus diperhatikan adalah misalnya menganjurkan untuk mengucapkan bacaan tertentu dalam hitungan sekian kali lalu diiming-imingi fadhilah-fadhilah tertentu, yang sesungguhnya aktifitas itu tidak pernah Rasulullah ajarkan.

Penggalan kata ini menuntut para du’at yang telah mendengar hadits “sampaikanlah…” agar terus meningkatkan kapasistas mereka dengan menghafal hadits-hadits yang shohih dan mengenali hadits-hadits palsu. Dan juga mereka dituntut mengenal mana ajaran yang besumber dari sunnah Rasulullah saw, dan mana yang diada-adakan (bid’ah) atau seruan yang terkandung liberalisme.

3. Walau

Penggalan kata ini mengandung makna bahwa seluruh upaya harus dikerahkan dalam mengamalkan perintah “sampaikan dariku..” Kata walau membuat kita tidak bisa mengutarakan alasan untuk menghindar dari perintah ini. Mungkin akan ada yang beralasan ilmunya tidak cukup banyak untuk memberi nasihat, tapi Rasulullah tidak menginginkan alasan ini. Ada kata “walau” yang memaksa kita menyampaikan nasehat dari sedikit apa yang kita tahu.

Ada keringanan bagi orang yang tidak bisa melaksanakan sholat fardhu dengan berdiri. Walau tidak bisa berdiri, kita harus melakukan sholat. Alternatifnya, kita melakukannya dengan duduk. Begitu juga dalam dakwah, tidak semua orang mampu mencapai kapasitas ulama, sedangkan agama itu adalah nasihat, maka ada keringanan untuk menyampaikan walau sedikit yang kita tahu. Yang penting, mekanisme nasehat dalam agama harus berjalan.

Kata walau ini juga bermakna agar kita tidak menunda-nunda untuk menyampaikan apa yang kita tahu dalam agama ini. Tidak perlu menghafal sepuluh hadits lain baru kita menyampaikan sebuah hadits yang baru kita dengar. Tidak perlu menunggu membaca sepuluh kitab lain bila kita telah menyelesaikan sebuah kitab. Pokoknya, begitu ada yang kita tahu, maka segera sampaikan.

Di masa kini dengan adanya jejaring sosial yang memudahkan setiap orang berinteraksi, menyampaikan apa yang kita tahu walau sedikit itu semakin mudah. Bila yang kita tahu cukup banyak, maka tulislah di sebuah blog. Bila yang kita tahu sedikit, maka status twitter atau facebook bisa menjadi sarana dalam saling menasehati karena Allah. Walau pun 140 karakter, sampaikanlah!

4. Satu Ayat

Sebuah pepatah yang sangat familiar kita dengar berbunyi: Orang yang tidak memiliki apa-apa tidak akan bisa memberi apa pun. Dengan kata lain, kita hanya bisa memberi apa yang kita punya. Hadits “Ballighu ‘anni…” menginginkan kita agar ada yang disampaikan walau pun satu ayat. Di sini seorang da’i dituntut untuk selalu meningkatkan kapasitas mereka. Seorang da’i tidak boleh kosong pemahaman keislamannya. Ia dituntut untuk selalu mendengar, bahkan “berburu” ajaran Rasulullah saw agar ada yang bisa disampaikan.

Begitulah renungan dari sepenggal hadits yang pendek, namun penuh tuntunan untuk du’at.
==============
Tambahan
==============

فالفقرة المسؤول عنها هي جزء من حديث صحيح أخرجه البخاري وغيره.
وأما بخصوص معناها فهو أن المسلم مطالب بتبليغ ما وصل إليه من القرآن والأحاديث النبوية إلى غيره ممن لم يبلغه.
قال المباركفوري في كتابه تحفة الاحوذي في شرحه للحديث المشار إليه نقلاً عن صاحب اللمعات ما نصه: بلغوا عني: أي ولو كانت آية قصيرة من القرآن، والقرآن مبلغ عن رسول الله صلى الله عليه وسلم، الجائي به من عند الله، ويفهم منه تبليغ الأحاديث بالطريق الأولى.
وقد ذكر بعض العلماء أن المراد بالآية في الحديث هو الكلام المفيد نحو: من صمت نجا، والدين النصيحة. وعلى هذا فيكون المعنى بلغوا عني أحاديث ولو كانت قليلة.
إلا أن الصحيح هو القول الأول حسبما رجحه المباركفوري.


Di terjemahin sendiri ya ... pokoknya intinya ... jika kita tau tentang sesuatu hal kebaikan yang bisa membuat kita lebih dekat kpd Allah maka sampaikanlah !!!

jika kurang lengkap klik di link - link di bawah ini ....


referensi :
http://www.islamedia.web.id/2011/12/ballighu-anni-walau-ayah.html
http://www.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=21185
http://ejabat.google.com/ejabat/thread?tid=7a4fa16f3e655cde
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review