First Wisdom " Water " 1
Bersihkan isi pikiranmu untuk memberi tempat bagi kreativitas baru untk bisa segera mengisi ruang yang telah kosong tadi.
Second Wisdom " Leaf " 2
Rahasia untuk bisa terus menikmati kesehatan jasmani dan rohani adalah dengan tidak menangisi masa lalu, tidak menghawatirkan masa depan, tetapi sepenuhnya menikmati hidup di saat ini dengan bijaksana dan penuh rasa syukur.Buddha.
Thursday, 18 November 2010
area download makalah
http://www.mediafire.com/?xlwva4kehztjebi
Al FArabi
http://www.mediafire.com/?4m033qm2n4gt2q7
Materi Kuliah M. PAI MTs
ANALISIS PERBANDINGAN KBK & KTSP
Dalam Materi PAI Aqidah Akhlaq kelas VII MTsN
SEMESTER III
Tugas UAS Materi Kuliah M. PAI MTs

Disusun Oleh:
Sultan Muhammad Zahirul Alam A
NIM: D01208197
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
SURABAYA
2009
BAB I
A. Pendahuluan
Pemerintah selalu berupaya meningkatkan mutu pendidikan dari tahun ke tahun, baik pendidikan pada tingkat dasar menengah dan pendidikan di perguruan tinggi. Pembenahan ini dilaksanakan di segala bidang antara lain; sarana/fasilitas, kurikulum maupun pendidik atau guru. Perubahan kurikulum terjadi dan perubahan ini memberikan dampak besar bagi proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Pendidikan di Indonesia sudah mengalami perubahan kurikulum pada tahun 1968, 1975, 1984, 1994, 1999 (suplemen penyempurnaan), kurikulum 2004 yaitu kurikulum berbasis kompetensi (KBK), dan terakhir kurikulum tingkat satuan pendidikan KTSP pada tahun 2006.
Penyempurnaan kurikulum 1994 menjadi kurikulum berbasis kompetensi dilakukan sebagai jawaban atas permasalahan sistem pendidikan yang sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan jaman saat ini. Mulyasa (2003: menyatakan bahwa kurikulum berbasis kompetensi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai keunggulam masyarakat bangsa dalam penguasaan ilmu dan teknologi seperti yang digariskan dalam haluan negara. Kurikulum berbasis kompetensi memberikan keleluwasaan sesuai denga potensi sekolah, kebutuhan dan kemampuan peserta didik serta kebutuhan masyarakat dan melihat kemampuan peserta didik, sekolah menentukan kompetensi yang akan diterima oleh peserta didik tanpa mengenyampingkan standar kompetensi dasar yang telah ditentukan oleh pemerintah sebagai standar kompetensi nasional.
Sekarang telah muncul Kurikulum 2006 atau kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang merupakan penyempurnaan dari Kurikulum 2004. Optimistisme yakin bahwa KTSP akan mampu mengatasi mandulnya kreativitas guru karena kurikulum itu dibuat oleh sekolah, oleh para guru. Sekolahlah sebagai penentu pendidikan, bukan pemerintah pusat. Kini sekolah dan komite sekolah harus bermitra mengembangkan kurikulum sendiri. Guru, dalam kurikulum baru itu, benar-benar digerakkan agar menjadi manusia profesional. Dipaksa untuk meninggalkan cara-cara konservatif dan menggantinya dengan cara kerja yang kreatif.
Dalam permasalahan ini pembahasan di focuskan antara kurikulum 2004 dan 2006 mengenai materi Pendidikan Islam dari kelas MTsN/MTs. Lebih tepatnya, pada materi Aqidah dan Akhlaq yang akan kita bahas pada lembaran berikutnya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Kurikulum KBK0 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi)
Kurikulum berbasis kompetensi dapat diartikan sebagai konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu (Mulyasa, 2002:39). KBK adalah format yang menetapkan apa yang dapat diharapkan siswa dalam setiap tingkatan yang menggambarkan kemajuan siswa menuju kompetensi yang lebih tinggi.
Mulyasa (2003:32), menyatakan bahwa tujuan utama kurikulum berbasis kompetensi adalah memandirikan atau memberdayakan sekolah dalam mengembangkan kompetensi yang akan disampaikan kepada peserta didik, sesuai dengan kondisi lingkungan. Pemberian wewenang atau otonomi kepada sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif, kurikulum berbasis kompetensi diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, kemampuan, nilai, sikap dan minat peserta didik, agar dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran, ketepatan dan keberhasilan dengan penuh tanggung jawab. Implementasi kurikulum berbasis kompetensi diharapkan dapat menimbulkan tanggung jawab dan partisipasi peserta didik untuk belajar menilai dan mempengaruhi kebijakan umum, serta memberanikan diri berperan serta dalam berbagai kegiatan, baik disekolah maupun dimasyarakat.
Setelah kita mengetahui arti dan tujuang singkat dari kurikulum KBK atau 2004 berikut contoh silabus yang kami bahas mengenai Aqidah dan Akhlaq untuk siswa MTsN kelas VII untuk Semester I:
Mata Pelajaran : Aqidah – Akhlaq Madrasah Tsanawiyah
Kelas/Semester : I / 1
| No | Kompetensi Dasar | Hasil Belajar | Indikator |
| 1. | Kemapuan Memahami dan menyakini sifat-sifat wajib, mustakhil, dan jaiz Allah yang nafsiyah, salbiyah, dan ma’ani/ma’nawiyah. | Siswa mampu menunjukkan keyakinanya melalui pemahaman terhadap sifat-sifat wajib, mustakhil, dan jaiz Allah | Siswa mampu : 1. Menjelaskan pengertian sifat-sifat wajib, mustakhil, dan jaiz Allah 2. Hafal sifat-sifat wajib, mustakhil, dan jaiz Allah 3. Menunjukkan klasifikasi sifat-sifat wajib, mustakhil Allah yang nafsiyah, salbiyah, dan ma’ani/ma’nawiyah |
|
|
| Siswa mampu menunjukkan keyakinannya melalui pemahaman terhadap sifat-sifat wajib Allah yang nafsiyah dan salbiyah (wujud Qidam, Baqo’, mukholafatu lil khawadisti, qiyamuhu binafsihi, wahdaniyah) . | Siswa mampu : 1. Menjelaskan makna sifat wajib Allah yang nafsiyah dan salbiyah 2. Hafal sifat-sifat wajib Allah yang nafsiyah dan salbiyah beserta artinya 3. Menunjukkan dalil aqli dan nakli tentang sifat-sifat Allah yang nafsiyah dan salbiyah 4. Menunjukkan bukti sifat nafsiyah dan salbiyah Allah (wujud Qidam, Baqo’, mukholafatu lil khawadisti, qiyamuhu binafsihi, wahdaniyah}). 5. Menunjukkan ciri-ciri orang yang beriman terhadap sifat wajib Allah yang nafsiyah dan salbiyah 6. Menunjukkan sikap dan perilaku orang yang beriman terhadap sifat wajib Allah yang nafsiyah dan salbiyah 7. Terbiasa bersikap dan berperilaku sebagai orang yang beriman terhadap sifat wajib Allah yang nafsiyah dan salbiyah |
|
|
| Mampu menunjukkan keyakinannya melalui pemahaman terhadap sifat- sifat mustakhil Allah : Adam, qudus, fana, mumatsala lilhawaditsi, ihtiyaju lighairihi, ta’addud | Siswa mampu : 1. Menjelaskan pengertian sifat- sifat mustakhil Allah : Adam, qudus, fana, mumatsala lilhawaditsi, ihtiyaju lighairihi, ta’addud 2. Hafal sifat-sifat mustakhil Allah: Adam, qudus, fana, mumatsala lilhawaditsi, ihtiyaju lighairihi, ta’addud beserta artinya 3. Menunjukkan dalil aqli dan naqli tentang sifat-sifa mustahil Allah : Adam, qudus, fana, mumatsala lilhawaditsi, ihtiyaju lighairihi, ta’addud 4. Menunjukkan ciri-ciri orang yang beriman terhadap sifat mustahil Allah : Adam, qudus, fana, mumatsala lilhawaditsi, ihtiyaju lighairihi, ta’addud 5. Menunjukkan sikap dan perilaku orang yang beriman terhadap sifat mustahil Allah : Adam, qudus, fana, mumatsala lilhawaditsi, ihtiyaju lighairihi, ta’addud 6. Terbiasa bersikap dan berperilaku sebagai orang yang beriman terhadap sifat mustahil Allah : Adam, qudus, fana, mumatsala lilhawaditsi, ihtiyaju lighairihi, ta’addud |
| 2. | Terbiasa berakhlak terpuji terhadap Allah’
| Mampu menunjukkan sikap dan perilaku berakhlak terpuji kepada Allah (Tauhid, ikhals, khauf, raja’, taubat, tawadlu’). | Siswa mampu : 1. Menjelaskan pengertian Tauhid, ikhals, khauf, raja’, taubat, tawadlu’. 2. Menunjukkan ciri-ciri sifat Tauhid, ikhals, khauf, raja’, taubat, tawadlu’. 3. Menunjukkan dalil aqli dan naqli akhlak terpuji Tauhid, ikhals, khauf, raja’, taubat, tawadlu’. 4. Mengklasifikasi nilai-nilai berakhlak terpuji Khauf, raja’, taubat, tawadlu’, ikhlas. 5. Menunjukkan nilai, sikap dan perilaku berakhlak terpuji Tauhid, ikhals, khauf, raja’, taubat, tawadlu. 6. Terbiasa berakhlak terpuji Tauhid, ikhals, khauf, raja’, taubat, tawadlu’. |
| 3. | Terbiasa menghindari berakhlak tercela terhadap Allah’
| Siswa mampu menunjukkan sikap dan perilaku menghindari berakhlak tercela kepada Allah (Riya, kufur, syirik, dan nifaq). | Siswa mampu: 1 Menjelaskan pengertian riya, kufur, musyrik, dan nifaq 2 Menunjukkan macam-macam dan tingkatan riya, kufur, syirik, dan nifaq 3 Menunjukkan ciri-ciri dari macam-macam tingkatan riya, kufur, syirik, dan nifaq 4 Menunjukkan dalil aqli dan naqli akhlak tercelaji riya, kufur, syirik, dan nifaq 5 Mengklasifikasi nilai-nilai berakhlak tercela riya, kufur, syirik, dan nifaq 6 Menunjukkan nilai, sikap dan perilaku menghindari berakhlak tercela riya, kufur, syirik, dan nifaq 7.Terbiasa menghindari berakhlak tercela riya, kufur, syirik, dan nifaq |
| 4. | Mencintai dan meneladani sifat dan perilaku kehidupan rasul / sahabat / ulama’/ ulil amri dan atau tokoh | Mampu menunjukkan sikap dan perilaku meneladani sahabat Bilal bin Rabbah dan Amar bin Yasir (keberanian dan keteguhan aqidahnya) dan atau tokoh lainnya | Siswa mampu : 1. Menunjukkan sifat dan perilaku baik dari kehidupan sahabat sahabat Bilal bin Rabbah dan Amar bin Yasir (keberanian dan keteguhan aqidahnya) dan atau tokoh lainnya 2. Mengindentifikasi nilai-nilai yang patut diteladani sahabat Bilal bin Rabbah dan Amar bin Yasir (keberanian dan keteguhan aqidahnya dan atau tokoh lainnya 3. Mencontoh nilai-nilai yang patut diteladani sahabat Bilal bin Rabbah dan Amar bin Yasir (keberanian dan keteguhan aqidahnya dan atau tokoh lainnya 4. Terbiasa meneladani sifat dan perilaku dari sahabat Bilal bin Rabbah dan Amar bin Yasir (keberanian dan keteguhan aqidahnya) dan atau tokoh lainnya dalam kehidupan sehari-hari |
B. Kurikulum KTSP 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Sekolah diberi keleluasaan merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan kurikulum sekolah sesuai dengan situasi, kondisi, dan potensi keunggulan lokal yang dapat dimunculkan oleh sekolah. Sekolah dapat mengembangkan standar yang lebih tinggi dari standar isi dan standar kompetensi lulusan. Prinsip pengembangan KTSP adalah (1) Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya; (2) Beragam dan terpadu; (3) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; (4) Relevan dengan kebutuhan kehidupan; (5) Menyeluruh dan berkesinambungan; (6) Belajar sepanjang hayat; (7) Dan seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, KTSP sangat relevan dengan konsep desentralisasi pendidikan sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dan konsep manajemen berbasis sekolah (MBS) yang mencakup otonomi sekolah di dalamnya. Pemerintah daerah dapat lebih leluasa berimprovisasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sekolah bersama komite sekolah diberi otonomi menyusun kurikulum sendiri sesuai dengan kebutuhan di lapangan (Abd. Halim Fathan, 2007: 2).
Dengan kata lain KTSP lebih bersifat Detail atau terperinci, tidak terlalu Abstrak seperti KBK. Dan menurut saya proses pembelajaran KTSP lebih memadai dan lebih baik dari KBK. Pembelajaran melalui proses KTSP jika diterapkan kepata para siswa MTsN kelas VIII. Sangat cocok, jika ditinjau dari Prinsip Pengembangan KTSP sendiri.
Berikut saya tampilkan contoh Pembahasan mengenai materi Aqidah Ahklaq di MTsN kelas VII semester I :
STANDARKOMPETENSI | KOMPETENSI DASAR | MATERI PEMBELAJARAN | INDIKATOR | |
| AQIDAH 1.Memahami Dasar danTujuan Adidah Islam | Menjelaskan Dasar dan Tujuan Akidah Islam | Dasar dan Tujuan Akidah Islam | § Menjelaskan pengertian Akidah menurut bahasa dan istilah § Menjelaskan tujuan mempelajari Akidah Islam § Dapat menyebutkan dasar–dasar dan tujuan akidah Islam | |
| Menunjukkan dalil tentang dasar dan tujuan Akidah Islam | Dalil tentang dasar dan tujuan Akidah Islam | § Menunjukkan dalil yang berkaitan dengan dasar Akidah Islam § Dapat menyebutkan dalil-dalil tentang dasar-dasar akidah Islam § Dapat menyebutkan dalil-dalil tentang tujuan akidah Islam § Hafal dalil-dalil tentang dasar-dasar akidah Islam § Hafal dalil-dalil tentang tujuan akidah Islam | ||
| Menjelaskan hubungan Iman, Islam dan Ihsan | Hubungan Iman, Islam dan Ihsan | § Menjelaskan pengertian Iman, Islam dan Ihsan § Menjelaskan perbedaan antara Iman, Islam dan Ihsan § Menjelaskan hubungan Iman, Islam dan Ihsan | ||
| Menunjukkan dalil tentang Iman, Islam dan Ihsan | Dalil tentang Iman, Islam dan Ihsan | § Menunjukkan dalil yang berkaitan dengan Iman § Menunjukkan dalil yang berkaitan dengan Islam § Menunjukkan dalil yang berkaitan dengan Ihsan § Dapat membaca ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan tentang iman, Islam, dan ihsan § Dapat menguraikan ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan tentang iman, Islam, dan ihsan. § Hafal ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan tentang iman, Islam, dan ihsan. § Dapat menyebutkan surat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan tentang iman, Islam, dan ihsan | ||
| 2.Meningkatkan keimanan kepada Allah melalui pemahaman sifat-sifat Nya
| Mengidentifikasi sifat-sifat wajib Allah yang nafsiyah, salbiyah, ma’ani dan ma’nawiyah. | Sifat wajib bagi Allah SWT yang nafsiyah, salbiyah, ma’ani dan ma’nawiyah | § Menjelaskan pengertian sifat-sifat wajib bagi Allah SWT. § Menghafal sifat-sifat wajib bagi Allah SWT. § Menunjukkan klasifikasi sifat-sifat wajib Allah yang nafsiyah, salbiyah, ma’ani dan ma’nawiyah. § Menunjukkan dalil tentang sifat-sifat wajib bagi Allah SWT. | |
| Menunjukkan bukti/dalil naqli dan aqli dari sifat-sifat wajib Allah yang nafsiyah, salbiyah, ma’ani dan ma’nawiyah. | Bukti/dalil tanda-tanda adanya Allah | § Menyebutkan tanda-tanda adanya Allah melalui fenomena alam semesta. § Menyebutkan tanda-tanda adanya Allah melalui ciptaan-ciptaan-Nya. § Menyebutkan tanda-tanda adanya Allah melalui dalil naqli. | ||
| Menguraikan sifat-sifat mustahil dan jaiz bagi Allah SWT | Sifat-sifat mustahil dan jaiz bagi Allah SWT | § Menjelaskan pengertian sifat-sifat mustahil dan jaiz bagi Allah SWT. § menghafal sifat-sifat mustahil dan jaiz bagi Allah SWT dengan artinya § Menunjukkan dalil naqli tentang sifat-sifat mustahil dan jaiz bagi Allah SWT § Menyebutkan lawan kata satu persatu antara sifat wajib dan mustahil Allah SWT | ||
| Menunjukkan ciri-ciri/tanda perilaku orang yang beriman kepada sifat-sifat wajib, mustahil dan Jaiz Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari. | Ciri-ciri/tanda perilaku orang yang beriman kepada sifat-sifat wajib, mustahil dan Jaiz Allah SWT | § Menunjukkan ciri-ciri orang yang beriman terhadap sifat wajib bagi Allah SWT. § Menunjukkan perilaku orang yang beriman terhadap sifat jaiz bagi Allah SWT. § Menunjukkan keutamaan orang-orang yang beriman terhadap sifat Allah SWT. | ||
| AKHLAK 1. Menunjukkan akhlak terpuji kepada Allah | Menjelaskan pengertian dan pentingnya ikhlas, taat, khauf dan taubat. | Akhlak terpuji pada Allah (ikhlas, khauf dan tauhid) | § Menjelaskan pengertian dan pentingnya ikhlas. § Menjelaskan pengertian dan pentingnya taat. § Menjelaskan pengertian dan pentingnya khauf. § Menjelaskan pengertian dan pentingnya taubat. | |
| Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh sikap ikhlas, taat, khauf dan taubat | Bentuk dan contoh-contoh sikap ikhlas, taat, khauf dan taubat | § Menyebutkan bentuk dan contoh-contoh sikap ikhlas, taat, khauf dan taubat. § Menunjukkan ciri-ciri orang yang memiliki sikap ikhlas, taat, khauf dan taubat | ||
| Menunjukkan nilai-nilai positif dari ikhlas, taat, khauf dan taubat dalam fenomena kehidupan | Nilai-nilai positif dari ikhlas, taat, khauf dan taubat | § Menyebutkan nilai-nilai positif dari ikhlas dalam fenomena kehidupan § Menyebutkan nilai-nilai positif dari taat dalam fenomena kehidupan § Menyebutkan nilai-nilai positif dari khauf dalam fenomena kehidupan § Menyebutkan nilai-nilai positif dari taubat dalam fenomena kehidupan | ||
| Membiasakan perilaku ikhlas, taat, khauf dan taubat dalam kehidupan sehari-hari | Perilaku Ikhlas, Taat, Khauf Dan Taubat Dalam Kehidupan Sehari-Hari | § Menunjukkan contoh sikap ikhlas, taat, khauf dan taubat dalam lingkungan keluarga. § Menunjukkan contoh sikap ikhlas, taat, khauf dan taubat dalam lingkungan Madrasah. § Menunjukkan contoh sikap ikhlas, taat, khauf dan taubat dalam lingkungan masyarakat. |
C. Perbandingan Kurikulum antara KBK dan KTSP
| NO | KBK | KTSP |
| 1. | Dari Segi Manajemen mengandung: Ujicoba, pemodelan dan MBS dilakukan oleh pusat (Direktiorat dan Balitbang)
| Dari Segi Manajemen mengandung: BSNP sebagai penyusun Standar Isi (Kerangka Dasar, Stuktur kurikulum) sekolah mengembangkan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan
|
| 2. | Dari segi Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum.memuat : a. Standar kompetensi b. Kompetensi dasar c. Indikator d. Materi pokok | Dari segi Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum. memuat
|
| 3. | Dari Segi Pembelajaran mengandung: Berbasis kompetensi, guru sebagai fasilitator
| Dari Segi Pembelajaran mengandung: Berorientasi kompetensi, siswa sebagai pusat pembelajar
|
| 4. | Menggunakan pendekatan kompetensi yang menekankan pada pemahaman, kemampuan atau kompetensi tertentu di sekolah, yang berkaitan dengan pekerjaan yang ada di masyarakat. | Pendekatan yang digunakan adalah kompetensi lulusan antara lain (1) Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya; (2) Beragam dan terpadu; (3) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; (4) Relevan dengan kebutuhan kehidupan; (5) Menyeluruh dan berkesinambungan; (6) Belajar sepanjang hayat; (7) Dan seimbang antara kepentingan nasional dan daerah |
| 5. | Standar kompetensi yang memperhatikan perbedaan individu, baik kemampuan, kecepatan belajar, maupun konteks sosial budaya. | KTSP memberi kesempatan peserta didik untuk
|
| 6. | K Berbasis kompetensi, sehingga peserta didik berada dalam proses perkembangan yang berkelanjutan dari seluruh aspek kepribadian, sebagai pemekaran terhadap potensi-potensi bawaan sesuai dengan kesempatan belajar yang ada dan diberikan oleh lingkungan. | KTSP memberikan keleluasaan yang lebih luas kepada guru dan sekolah untuk membuat kurikulum sendiri yang disesuaikan dengan keadaan siswa, keadaan sekolah, dan keadaan lingkungan. Sekolah bersama dengan komite sekolah dapat bersama-sama merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan, situasi, dan kondisi lingkungan sekolah. Sekolah dapat bermitra dengan stakeholder pendidikan, misalnya, dunia industri, kerajinan, pariwisata, petani, nelayan, organisasi profesi, dan sebagainya agar kurikulum yang dibuat oleh sekolah benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan |
| 7. | Menggunakan pendekatan kompetensi yang menekankan pada pemahaman, kemampuan atau kompetensi tertentu di sekolah, yang berkaitan dengan pekerjaan yang ada di masyarakat. | Pendekatan yang digunakan adalah kompetensi lulusan antara lain (1) Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya; (2) Beragam dan terpadu; (3) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; (4) Relevan dengan kebutuhan kehidupan; (5) Menyeluruh dan berkesinambungan; (6) Belajar sepanjang hayat; (7) Dan seimbang antara kepentingan nasional dan daerah |
D. Perbandingan Mendasar Materi PAI mengenai Aqidah Akhlaq antara KBK dan KTSP
| NO. | Kurikulum 2004 | Kurikulum 2006 |
| 1. | - Pada Kurikulum 2004, materi I pada semester I, yang mengenai Aqidah masih kurang bisa ditangkap bagi para siswa MTs kelas VII. Lebih cocok di tempatkan pada kelas VIII. Jikalau diniatkan seperti itu. | - Materi I, Semester I pada materi Aqidah lebih baik dari kurikulum 2004, karena sebagai materi pembuka lebih cocok bagi para tamatan MI sebagai review, dan untuk pemula dalam pembelajaran Aqidah bagi para tamatan SD. - Sedangkan pengertian Sifat sifat Allah masuk dalam Materi II pada pembelajaran KTSP. |
| 2. | - Dari Segi Akhlaq : unuk materi tidak berbeda, akan tetapi kelebihan dari KBK disertai dengan sifat teladan dari para Rosul. | - Lebih terperinci dan lebih detail pembahasannya, akan tetapi tidak dilanjutkan dengan suri tauladan dari para sahabat, ataupun Rasul. |
| 3. | - Aqidah Semester II : pada kurikulum ini, antara semester I dan II sudah sinkron atau terkolerasi. Karena setelah beriman kepada Allah baru beriman pada Kitab kitab Allah. | - Pada KTSP, Lebih di perinci lagi dari pembelajaran semester I, yaitu di tambah dengan pengertian Asmaul Husna. - Setelah itu baru beriman kepada Malaikat. Jadi secara tata tertib pada Rukun Iman sangat tertib sekali, tanpa terloncati. Sedangkan pada KBK setelah Iman kepada Allah langsung kepada kitab kitabnya yang diturnkan kepada para nabi-nabinya. |
| 4. | - Dari segi Akhlaq : hanya mencontoh dari para sahabat, mengenai keteguhan dalam ber-Aqidah. | - Penempatan materi yang sinkron antara Semester I dan II. Mengapa ? karena pada semester I mengajarkan tentang Khouf, taat dan taubat. Dan pada semester 2, setelah khouf baru diterangkan menganai riya’. |
E. Kesimpulan
Dari pemaparan di atas tersebut, ternyata kurikulum 2008 lebih memadai dari pada kurikulum 2004, dan jika di tinjau dari perbedaan pembelajaran pun sudah jelas bahwa pada KTSP, metode metode pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.
KTSP yang merupakan penyempurnaan dari Kurikulum 2004 (KBK) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan/sekolah. sekolah diberi keleluasaan merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan kurikulum sekolah sesuai dengan situasi, kondisi, dan potensi keunggulan lokal yang dapat dimunculkan oleh sekolah. Sekolah dapat mengembangkan standar yang lebih tinggi dari standar isi dan standar kompetensi lulusan.
F. Daftar Pustaka
- Halim Fathani, Abdullah, 2007, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Pengamat Politik Pendidikan dan Sekretaris Eksekutif Lingkar Cendekia Kemasyarakatan (LACAK) Malang
- Mulyasa, Encang. 2001. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Remaja Rosda Karya: Bandung.










