Pengunjung

Thursday, 18 November 2010

Makalah Akhlaq Tasawuf

PENYAKIT HATI DAN OBATNYA

MAKALAH



Disusun Oleh:

Sultan Muhammad ZA D01208197

Umi Mamlahah D01208194

Mahmud Yahya D01208199

Sholehati D01208188

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH

SURABAYA

2009
BAB I

PENDAHULUAN

A. PENYAKIT DAN PENAWAR HATI

Pada awalnya manusia tidak pernah luput dari segala kelupaan dan kesalahan. Pada kesempatan kali ini yang di dahului dengan pembahasan menjadi kebahagian dan perilaku islami dimana, satu sama yang lain saling berkesinambungan. Dan “penyakit hati beserta obatnya” adalah salah satu tema dari beberapa tema yang ada untuk menjadikan manusia lebih islam.

Fi qulubihim maradh…. Pada dasarnya, setiap diri manusia mempunyai suatu mudhgo atau penyakit dalam hati manusia. Dan penyakit hati secara penalaran ada dua macam dhohiriyah dan ghoibiyah. Penyakit hati yang di nalar secara dhohiriyah yaitu penyakit yang bisa diobati oleh orang lain seperti dokter dan tabib, contoh penyakit hati dhohiriyah adalah liver dll. Sedangkan penyakit hati yang dinalar secara ghoibiyah seperti riya’,sombong, suudhzon, dsb. Penyakit hati ini sulit untuk di sembuhkan dan di cari penyebabnya. Karena tidak bisa disembuhkan oleh orang lain hanya diri kita sendiri yang bisa menalarnya, orang lain hanya bisa membantu untuk memberikan jalan menuju ke tempat yang lebih baik.

Sedangkan obat dari beberapa penyakit hati yang diatas bermacam-macam pendapat dan cara untuk menyembuhkan dari itu. Yang jelas, intinya hanya satu yaitu kembali pada Allah SWT.

Dan yang kita bahas kali ini yaitu mengenai penyakit hati yang ghoibiyah beserta obatnya.

B. Rumusan Masalah:

· Apakah yang dimaksud dengan penyakit hati?

· Bagaimana cara pengobatannya?


BAB III

Pembahasan

1. Pengertian Penyakit Hati

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih disebabkan mereka dusta”(Q.S Al-Baqoroh; 10).

Timbulnya penyakit hati dikarenakan terjadinya kerusakan, terutama pada perseptsi dan keinginan. Orang yang hatinya sakit akan tergambar kepadanya hal-hal berbau syubhat. Akibatnya, ia tidak dapat melihat kebenaran. Atau, melihat sesuatu tidak sebagaimana adanya. Al-Imam Ibnu Qoyim Al-Jauziyah menambahkan, ketika kebenaran muncul hati terbagi menjadi empat macam,

1. Ada hati yang bertambah kafir dan ingkar.

2. Ada hati yang bertambah keimanan dan keyakinannya.

3. Ada hati yang yakin dengan kebenarannya, tetapi ingkar mengingkarinya.

4. Ada hati yang bingung dan buta, sehingga ia tidak mengerti maksud kebenaran yang datang[1].

. Di sisi lain, keinginannya membenci kebenaran yang bermanfaat dan menyukai kebatilan yang berbahaya. Karena itu, kata “maradh” terkadang dimaknai “keragu-raguan”[2], seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Baqoroh ayat 10 “fii qulubihm maradh……”. Kata maradh pada ayat tersebut mempunyai makna keragu-raguan.

Badan yang sakit adalah badan yang tidak sehat dan tidak seimbang, yaitu ketika badan kita menjadi tidak seimbang, karena adanya kerusakan atau karena adanya kerusakan atau karena melemahnya sebagian angota badan kita, sehingga keadaannya tidak normal.

Adapun melemahnya sebagian anggota badan kita, adakalanya berupa melemahnya potensi untuk mencerna, menaham, menolak dan menarik, sehingga menimbulkan penyakit, karena hilngnya keseimbangan tubuh, baik kwantitasnya maupun kwalitasnya.

Jika keterangan di atas sudah dimengerti, maka ketahuilah bahwa hati kita juga membutuhkan potensi untuk mempertahankan kekuatannya, yaitu iman dan amal-amal kebajikan, dan untuk menjauhkannya dari penyakit yang berbahaya, yaitu dengan jalan meninggalkan segala bentuk dosa dan maksiat, dan untuk membuang segala racun yang dapat merusaknya, yaitu dengan taubat nasuha dan mohon ampun.

Adapun penyakit hati, pada umumnya, berupa keingkaran dan keraguan, sehingga sulit membedakan antara kebenaran dan keburukan. Seorang yang memiliki penyakit hati adakalanya ia meragukan atau mengingkari suatu kebenaran, seperti yang disebutkan dalam firman Allah, surat Al-Baqoroh ayat 10.


10. dalam hati mereka ada penyakit[3], lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

Dan ada kalanya pula ia condong kepada hawa nafsu, seperti ingin berzina, disebutkan firman Allah SWT dalam surat Al Ahzab,32.

32. Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk[4] dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya[5] dan ucapkanlah Perkataan yang baik,

Arti yang pertama dari penyakit hati adalah berupa keraguan. Dan yang kedua, berupa nafsu. Adapun hati yang sehat adalah hati yang tidak ternodai oleh penyakit-penyakit seperti itu.

Pengertian penyakit hati telah disebutkan di atas. Sedangkan yang merupakan penyakit hati adalah seperti: Kufur kepada Allah, Riya’ dalam beramal, Takabur (sombong), Hasud, Mudah Marah, Khianat, Gengsi, Kufur Nikmat dll.

2. Obat Penyakit Hati

Ada banyak cara menuju pengobatan hati. Dalam buku Manajemen Qalbu yang di tulis oleh Al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah berpendapat bahwa penyakit hati ada dua,

1. Ada penyakit hati yang tidak menyebabkan pasienya merasa sakit ketika ia menderita. Dan sudah di jelaskan pada pembahasan di atas. Misalnya penyakit bodoh, sybhat, ragu dan syahwat. Macam penyakit ini lebih menyakitkan di antara kedua macamnya. Akan tetapi rusaknya hati tidak menyebabkan si pasien menderita sakit. Sebab, penyakit kebodohan dan penyakit hawa nafsu menghalangi si pasien dari rasa sakit, kalau tidak terhalangi oleh keduanya, pasti si pasien merasa sakit, khususnya karena si pasien sibuk dengan lawan penyakit itu. Tentunya, penyakit ini lebih keras dari keduanya. Adapun cara pengobatannya harus kembali kepada ajaran para Rasul dan pengikutnya, karena mereka adalah para dokter penyakit ini.

2. Penyakit yang dirasa oleh si pasien kesakitannya secara langsung, misalnya resah, risau, susah, dendam. Penyakit macam ini dapat hilang dengan obat-obat biasa, seperti cara menghilangkan sebab-sebabnya, atau dengan mengkonsumsi obat-obat yang dapat menghilangkan penyakit-penyakit itu.

Adapun macam-macam penyakit hati yang dapat disembuhkan dengan obat-obat biasa seperti jenis penyakit-penyakit badan kita, maka penyakit semacam ini tidak menyebabkan seorang menjadi sengsara atau disisiksa setelah ia meninggal dunia. Adapun berbagai penyakit yang tidak dapat disembuhkan, kecuali dengan obat-obat keimanan, jenis penyakit-penyakit ini dapat menyebabkan seorang sengsara dan disiksa setelah ia mati, jika ia tidak sempat berobat untuk menghilangkannya. Tetapi, jika ia sempat berobat, maka penyakitnya akan sembuh.

1. Demikian pula, resah, risau, susah, juga termasuk penyakit hati. Adapun cara pengobatannya adalah menghilangkan segala macam penyebabnya, yaitu dengan bergembira dan bersenang-senang. Jika seorang telah menghibur kesedihannya dengan baik, maka hatinya menjadi sehat. Tetapi, kalau ia mengobatinya dengan perbuatan yang tidak baik, maka penyakitnya akan bertambah parah.

Sebagai kesimpulan, diantara penyakit-penyakit hati ada yang dapat disembuhkan dengan obat-obat biasa. Dan ada pula yang tidak disembuhkan dengan obat-obat biasa. Dan ada pula yang tidak dapat disembuhkan, kecuali dengan ajaran syari’at dan iman. Di antara hati ada yang hidup, ada yang mati, ada yang sakit dan ada pula obatnya. Penyakit hati lebih besar dari penyakit tubuh.


BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Iri, dengki, hasut, sombong, riya’ adalah beberapa dari macam-macam penyakit hati. Semua itu pasti pernah dirasakan dan di alami semua manusia. Dan obatnya yaitu hanya satu kembali pada Allah SWT.

B. PENUTUP

Semoga bermanfaat bagi para pembaca dan dapat di ambil khazanah yang berguna di dunia dan diakhirat. Dan yang terakhir kami minta maaf jika ada kesalahn yang ada pada makalah ini.

C. Referensi

JANGAN BIARKAN PENYAKIT HATI BERSEMI, Syekh Ibn Taymiyyah

60 PENYAKIT HATI, Uwes al-Qorni

MAJEMEN QALBU, Al-Imam Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah

D. PERTANYAAN

· Kesempatan kali ini Q ingin menanyakan tentang masalah gosip, banyak diantara kita yang masih suka menggunjing satu sama lain, dan yang kami pertanyakan bagaimana solusi agar kita bisa terlepas dari masalah itu sedangkan mengunjing termasuk dari satu dari beberapa penyakit hai ? Terimah kasih, (???).

· Terimah kasih sebelumnya, Q mau tanya kepada pemakalah, mengenai rasa cinta. Yang saya tanyakan. Apakah termasuk penyakit jika kita mencintai orang, akan tetapi, cinta kita tidak tersampaikan, menurut pemakalah bagaimana? (Ayu Rahma Hamidah).

· Terkadang kita jika mempunyai sesuatu yang lebih atau lain dari pada yang lain, maka keinginan kita untuk menunjukkan sesuatu itu ke orang lain sangat besar. Akan tetapi, ketika kita sudah melampauinya atau melakukannya kita merasa/sadar dengan apa yang telah kita lakukan itu salah. Yang Q tanyakan, adakah solusi untuk menghindari dari penyakit hati itu sendiri? (Umi Salamah).



[1] MANAJEMEN QOLBU, Al-Imam Ibnu Qoyim Al-Jauziyah, hal 51

[2] JANGAN BIARKAN PENYAKIT HATI BERSEMI, Syekh ibn Taymiyyah hal 17

[3] Yakni keyakinan mereka terdahap kebenaran Nabi Muhammad s.a.w. lemah. Kelemahan keyakinan itu, menimbulkan kedengkian, iri-hati dan dendam terhadap Nabi s.a.w., agama dan orang-orang Islam.

[4] Yang dimaksud dengan tunduk di sini ialah berbicara dengan sikap yang menimbulkan keberanian orang bertindak yang tidak baik terhadap mereka.

[5] Yang dimaksud dengan dalam hati mereka ada penyakit Ialah: orang yang mempunyai niat berbuat serong dengan wanita, seperti melakukan zina.

No comments:

Post a Comment

Monggo Kawan - Kawan yuk Berkomentar ^_^

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review