VARIABLE PEMBELAJARAN
ACCELERATED LEARNING & RPP
Dalam Model dan Strategi Pembelajaran
SEMESTER III
Tugas UAS Materi Model dan Strategi Pembelajaran
Disusun Oleh:
Sultan Muhammad Zahirul Alam A
NIM: D01208197
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
SURABAYA
2009
1. Jelaskan variabe pembelajaran meliputi :
a. Variable kondisi pembelajaran
b. Variable metode pembelajaran
c. Variable hasil pembelajaran
Variable pembelajaran jika di gambarkan seperti ini :

Jadi variable adalah saling keterkaitan antara satu dengan yang lainnya.
a. Kondisi Pembelajaran | adalah variable variabel yang mempengaruhi penggunaan variabel metode. Maka variabel kondisi haruslah yang berinteraksi dengan metode dan sekaligus berada di luar kontrol perancang pembelajaran. Maksud yang terpenting dari bahasan ini adalah mengidentifikasi variabel-vriabel kondisi pembelajaran yang memiliki pengaruh utama pada ketiga variabel metode.
Regeluth dan Merrill (1979) memandang perlu mengelompokkan variabel kondisi pembelajaran menjadi 3 kelompok yaitu: (1) Tujuan dan karakteristik bidang studi, (2) Kendala dan karakteristik bidang studi, (3) Karakteristik peserta didik.
Tujuan bisa berbentuk sangat khusus ataupun umum. Karena, pada tujuan pembelajaran adalah penentu untuk model dan strategi pembelajaran. Dan Karakteristik bidang studi adalah aspek-aspek suatu bidang studi yang dapat memberikan landasan yang berguna sekali dalam mempreskripsikan strategi pembelajaran.
Kendala secara makna adalah problem atau kesulitan kesulitan dan yang dimaksud kendala pada pembelajaran adalah keterbatasan sumber-sumber, seperti waktu, media, personalia, dan uang. Kendala dan karakteristik bidang studi ini dihipotesiskan memiliki pengaruh utama semua strategi pembelajaran.
Karakteristik peserta didik, seperti pada bahasan pada semester II, yang membicarakan peserta didik. Jika di flash back peserta didik adalah komponen terpenting dalam setiap pembelajaran. Karena, ada guru, ada materi tanpa peserta didik sama saja dengan nihil tak bermanfaat. Akan tetapi, sedikit rangkuman maksud dari karakteristik peserta didik ialah aspek-aspek atau kualitas peserta didik, seperti bakat, motivasi, dan hasil belajar yang telah dimiliki oleh peserta didik. Dan karakteristik mereka bisa mempengaruhi cara pemilihan model dan strategi pembelajran.
b. Variable metode pembelajaran | Variabel metode pembelajaran diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu: Strategi pengorganisasian (Organizational srategy), Strategi penyampaian (Delivery strategy), Strategi pengelolaan (management strategy).
Strategi pengorganisasian (Organizational srategy) mengacu kepada suatu tindakan seperti pemilihan urutan isi, pembuatan sintesis, dan pembuatan rangkuman ( Suprihadi, 1993:94). Strategi penyampaian pembelajaran mengacu kepada cara-cara yang dipakai untuk menyampaikan pembelajaran kepada siswa. Seperti metode ceramah ataupun yang lainnya. Dan strategi pengelolaan pembelajaran mengacu kepada upaya menata penjadualan penggunaan strategi, catatan kemajuan belajar siswa, motivasional, dan kontrol belajar.[1]
c. Variable hasil pembelajaran | jika kita berbicara hasil berarti nilai akhir atau climaks pada akhir segala sesuatu. Secara umum, hasil pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi 3, yaitu:
Keefektifan Pembelajaran (effectiveneess), biasanya diukur dengan tingkat pencapaian peserta didik. Ada 4 aspek penting yang dapat dipakai untuk mempreskripsikan kemaksimalan pembelajaran yaitu: kecermatan penguasaan perilaku yang dipelajari atau sering disebut tingkat kesalahan, kecepatan unjuk kerja, tingkat alih belajar, tingkat retensi dari apa yang dipelajari.[2]
Efisiensi Pembelajaran (efficiency), biasanya diukur dengan nyata dan real antara keefektifan dan jumlah waktu yang dipakai peserta didik atau siswa dan jumlah biaya pembelajaran yang digunakan[3].
Daya Tarik Pembelajaran, biasanya diukur dengan mengamati kecenderungan peserta didik untuk terus belajar. Daya tarik pembelajaran sangat kuat kaitannya dengan daya tarik bidang studi, dimana kualitas pembelajaran biasanya akan mempengaruhi keduanya. Itulah sebabnya pengukuran kecenderungan siswa untuk terus belajar, dapat dikaitkan dengan proses pembelajaran itu sendiri atau dengan bidang studi.[4]
2. Jelaskan strategi dan model pembelajaran Accelered Learning
Accelerated learning merupakan sebuah metode atau strategi pembelajaran yang pada dasarnya mengakui bahwa setiap manusia memiliki cara belajar yang bisa mengantarkan dirinya menjadi yang terbaik. Misalnya, ketika seseorang belajar tentang sesuatu yang secara eksak yang sesuai (match) dengan gaya belajarnya maka dia akan belajar dalam cara yang natural. Karena belajar berlangsung natural, menjadi lebih mudah, sehingga bisa lebih cepat. Itulah mengapa disebut dengan accelerated learning. Artinya, prinsip percepatan belajar berlaku bagi semua siswa katagori apa pun, tidak hanya bagi kolompok atau siswa tertentu. Pijakan utama percepatan belajar adalah karakteristik siswa[5].
Pengembangan strategi pembelajaran perlu diarahkan pada terwujudnya proses belajar tuntas melalui pendekatan siswa belajar aktif dan kreatif dengan penekanan pada pemilihan materi esensial. Sesuai inikator-indikator hasil belajar pada setiap kompetensi dasar dalam kurikulum yang berlaku. Juaga perlu lebih banyak menggunakan metode penelitian (inquiru) penemuan (discoveru), di samping metode lainnya dalam rangka memberikan proses belajara yang bermakna, sihingga siswa bukan hanya tahu sesuatu tapi bisa melakukan sesuatu[6].
Guru harus memodifikasi model pembelajaran agar lebih menarik dan menantang, misalnya, mendatangkan sumber belajar asli langsung ke dalam kelas, seperti pelaku sejarah, sutradara, presenter ternama, dokter, pengusaha, atau sumber belajarlainnya sesuai kebutuhan mata pelajaran dan tuntutan, kompetensi dasar. Atau sebaliknya, membawa siswa belajar di luar kelas dengan mendatangi sumber-sumber belajar melalui kegiatan field trip.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam accelerated learning, antara lain: tujuan belajar, tujuan belajar harus menggugah kemampuan belajar, menyenangkan dan memuaskan, serta memberikan kecerdasan, kompetensi, dan keberhasilan sebagai manusia. 2. Prinsip belajar harus melibatkan siswa secara utuh, memotivasi siwa, memvariasikan metode bellajar, dan berpusat pada siswa[7].
3. Buatlah Implementasi/aplikasi sesuai dengan tugas masing2 kelompok dalam bentuk RPP.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERBASIS KTSP
Sekolah : SMA ...
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas : X
Standar Kompetensi : 5. Melaksanakan syariah dlm kehidupan sehari-hari
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit
A. Kompetensi Dasar :
§ Mendiskripsikan tentang sumber hukum Islam dan pembagiannya.
B. Indikator :
§ Siswa menyebutkan pengertian, kedudukan dan fungsi sumber hukum Islam
§ Siswa mampu menjelaskan kedudukan dan fungsi Ijhtikat
§ Siswa terbiasa bersikap benar terhadap makhluq selain manusia
C. Tujuan Pembelajaran :
§ Siswa memahami sumber hukum Islam
§ Siswa memahami Ijtikat dan fungsinya
§ Siswa bisa melaksanakan amalan / perbuatan sesuai dengan hukum-hukum yang telah ditetapkan.
D. Materi Standar :
§ Al-Qur’an sebagai sumber pertama dan utama
§ Isi kandungan Al-Qur’an
§ Al-Hadits sumber hukum Islam kedua
Fungsi Hadits, macam-macam dan perangkat Haditas
§ Ijtikat
§ Makna dan dasar Ijtikat
§ Syarat-syarat ber Ijtikat
§ Bentuk-bentuk Ijtikat
E. Model dan Metode Pembelajaran :
§ Pemahaman materi diawali dengan metode ceramah
§ Interaktif dengan tanya jawab atau dengan
§ Metode diskusi
Langkah kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (± 10 Menit)
| Kegiatan Pembelajaran | Terlaksana/Tidak | |
| Salam dan menanyakan kabar |
|
|
| Absen Siswa |
|
|
| Kesimpulan materi pelajaran yang lalu |
|
|
| Menentukan pertanyaan kepada beberapa siswa |
|
|
Inti (± 70 Menit)
| Kegiatan Pembelajaran | Terlaksana/Tidak | |
| Menjelaskan sebagian materi pembelajaran dengan metode ceramah (15 mnt) |
|
|
| Tanya jawab dengan sebagian materi yang telah di jelaskan (15 mnt) |
|
|
| Menjelaskan sebagian materi pembelajaran dengan metode demonstrasi (15 mnt) |
|
|
| Tanya jawab dengan sebagian materi yang telah di jelaskan (15 mnt) |
|
|
| Kesimpulan dari materi yang telah dijelaskan dan di pahami (5 mnt) |
|
|
| Persiapan pemberian tugas siswa (PR) hubungannya dengan materi yang di pelajari. |
|
|
Penutup (± 10 Menit)
| Kegiatan Pembelajaran | Terlaksana/Tidak | |
| Kesimpulan/ pemahaman materi yang telah di sampaikan |
|
|
| Pemberian tugas ruman (PR) |
|
|
| Salam dan berdo’a |
|
|
Penilaian :
§ Evaluasi hasil tugas yang telah dilaksanakan (pemahaman konsep)
§ Evaluasi siswa tentang ketepatan waktu / disiplin waktu sesuai dengan yang telah diberikan (afektif)
§ Evaluasi siswa atas hasil kerja kelompok
§ Memonitor siswa yang aktif bertanya atas materi yang telah diberikan dan sebaliknya bagi siswa yang pasif
§ Ulangan harian
G. Sumber Pembelakaran :
§ Buku pegangan
§ Ustadz (dikampung dan dilembaga-lembaga kajian Islam)
§ Perpustakaan Islam
§ Tafsir Al-Qur’an
H. Alat dan Bahan :
§ Mushollah
§ LCD
I. Daftar Pustaka :
§ Buku Pendidikan Agama Islam : Tim MGMP Pendidikan Agama Islam Surabaya
§ Tafsir Al-Qur’an : Departemen Agama RI
§ Fiqih Islam : Dr. Sulaiman Rasyid
[1] Hamalik, Oemar. 1990. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Bandung: Tarsito
[2] Ibrahim R, Syaodih S Nana. 2003. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
[3] Ibid 45
[4] Ibid 48
[5] Joyce Bruce. Et al. 2000. Models of Teaching. 6th Ed. Allyn & Bacon: London
[6] Nasution. S. 2005. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar.Jakarta: Bumi Aksara.
[7] Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Media Prenada






No comments:
Post a Comment
Monggo Kawan - Kawan yuk Berkomentar ^_^